Logo

036341250

  • Om Swastyastu, Selamat Datang di Website Resmi Desa Nyuhtebel, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem
Minggu Pahing
Baca Artikel

Sampah Plastik ENCOM

Oleh : nyuhtebel | 08 Oktober 2018 | Dibaca : 459 Pengunjung

Gerakan Masyarakat Sadar Lingkungan “Mersihin Karang Awak”
Pengelolaan sampah merupakan masalah pelik yang dari dulu di dengung-dengungkan namun masih belum menemui solusi, terutama pada penyadaran masyarakat sekitar dalam menjaga kebersihan lingkungan.
 
Desa Nyuhtebel merupakan desa yang terletak di kawasan pariwisata yakni Candidasa dan Tenganan. Karena merupakan daerah pariwisata, tentu dipandang perlu untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan asri agar setidaknya tidak merusak citra pariwisata itu sendiri, saat ini dirasakan manajemen sampah di desa Nyuhtebel masih kurang efisien terutama pada tataran kesadaran masyarakat akan bahayanya sampah plastik yang berdampak pada lingkungan sekitar. Masih banyak ditemui masyarakat yang membuang sampah rumah tangganya di lahan-lahan kosong (tegalan) maupun di aliran sungai. Ini mengakibatkan lingkungan menjadi kumuh dan sampah plastik yang dibuang di aliran sungai pada akhirnya akan hanyut ke laut, selain tidak terurai oleh alam, sampah plastik ini nantinya akan merusak ekosistem lingkungan.
 
Untuk itu, pemerintah desa berinisiatif untuk membuat sebuah gerakan atau jargon agar setidaknya dapat menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, salah satunya manajemen sampah. Dalam gerakan ini berfokus pada pemilahan sampah plastik rumah tangga, yang kemudian akan dikumpulkan ke titik – titik tertentu yang nantinya akan diangkut dan diolah oleh rumah sampah atau TPST Desa Nyuhtebel. Hal ini bertujuan juga untuk meringankan kerja TPST itu dalam pemilahan sampah plastik yang akan di olah selanjutnya menjadi produk yang lebih bermanfaat. 
 
Bentuk Kegiatan
1. Menentukan titik lokasi penitipan sementara sampah plastik rumah tangga/ perusahaan disetiap wilayah banjar dan atau ditempat strategis lainnya.
 
2. Membuat Photo booth atau dekorasi tempat berfoto di titik penitipan sementara sampah plastik tersebut, tujuannya adalah agar masyarakat sekitar dapat berfoto dan memviralkan gerakan “mersihin karang awak” ini kepada masyarakat lainnya di social media dengan harapan bahwa dengan memviralkan gerakan ini, masyarakat yang semula acuh tak acuh menjadi tergugah/ sadar dan menjadi bagian dalam gerakan ini.
 
3. Melakukan Edukasi secara berkala kepada masyarakat mengenai manajemen sampah rumah tangga dan dampak lingkungan yang disampaikan oleh praktisi lingkungan dalam setiap kegiatan masyarakat, baik dalam setiap kegiatan pemuda, maupun kegiatan lainnya. Hal ini sebagai langkah untuk mengingatkan masyarakat secara berkelanjutan akan pentingnya memanajemenkan sampah rumah tangga.
(Pawarta Warga Nyuhtebel, Ni Luh Linda Wati)


Oleh : nyuhtebel | 08 Oktober 2018 | Dibaca : 459 Pengunjung


Artikel Lainnya :

Lihat Arsip Artikel Lainnya :