Logo

036341250

  • Om Swastyastu, Selamat Datang di Website Resmi Desa Nyuhtebel, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem
Senin Legi
Potensi

Potensi Desa Nyuhtebel



DESA Nyuhtebel memiliki banyak potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.  Potensi tersebut meliputi antara lain: potensi sumber daya alam (SDA), potensi sumber daya manusia (SDM), potensi sumberdaya sosial budaya, potensi sumber daya kepariwisataan,  potensi sumberdaya ekonomi kreatif

Potensi sumberdaya alam (SDA)

Beberapa potensi sumberdaya alam (SDA) desa yang dapat menjadi modal dasar pembangunan ekonomi  desa Nyuhtebel  dalam kurun waktu 6 (enam) tahun mendatang antara lain:

a. Sumber dayaalam berupa lahan sawah 10 ha dan tegal pekarangan kebun 168 ha. Sumberdaya inimerupakan aset desa yang sangat potensial untuk pengembangan usaha agribisnis yang dapat menyerap tenaga kerja banyak (padat karya) dalam rangka mengendalikan pengangguran dan menjaga stabilitas perekonomian desa.  Sebagai sektor primer, usaha agribisnis telah banyak dilakoni oleh warga desa dan masih terdapat potensi yang cukup besar untuk dikembangkan.  Potensi pengembangan Usaha ternak ruminansia misalnya (seperti sapi,kambing, kelinci) masih sangat besar  dimana untuk 1 ha lahan memiliki daya dukung 1500 kg animal unit jika dikembangkan dengan teknologi STS (sistem tiga strara).   Artinya sebagai contoh: dalam satu hektar lahan yang dikelola dengan teknologi STS dapat mendukung usaha ternak sapi 4 ekor, kambing 8 ekor, dan kelinci 10 ekor. Dari data ternak yang tersedia nampak bahwa potensi ini baru tergarap sekitar 50%, dan masih ada peluang 50% untuk pengembangan usaha ternak ruminansia. Demikian juga untuk jenis usaha ternak yang lain seperti ternak babi dan unggas ( itik, ayam buras dan ras dapat diintegrasikan dengan usaha lain di lahan tegalan pekarangan dan kebun . Oleh karenanya lahan ini mesti dijaga untuk tidak mengalami alih fungsi secara ekstrim yang dapat merampas hak warga banyak untuk berusaha secara ekonomi kerakyatan.   Sumberdaya alam ini juga dapat dikemas menjadi suatu atraksi wisata yang menarik untuk pengembangan usaha kepariwisataan pertanian.  Jumlah tenaga kerja yang menekuni  kegiatan bidang pertanian termasuk kelompok buruh tani sebesar 62% dari tenaga kerja desa.

b. Sumberdayaalam berupa jenis tanaman unggulan desa.  Memperhatikan pola tata ruang RTRW Kabupaten Karangasem dimana desa Nyuhtebel masuk di dalam kawasan konservasi dan resapan air, maka warga desa telah sejak lama mengusahakan jenis-jenis tanaman konservasi yang memiliki potensi ekonomi dan menjadi tanaman unggulan desa.  Jenis-jenis tanaman tersebut adalah:  kelapa, kakao, pisang, nanas, aren, Nangka dan buah-buahan lainnya serta beragam kayu hutan.  Hasil tanaman tersebut memili nilai ekonomi tinggi dan juga dapat diolah menjadi produk sekunder untuk memperoleh nilai tambah yang berguna bagi peningkatan pendapatan keluarga.  Kelapa merupakan tanaman unggulan dengan tingkat hasil paling tinggi di bidang usaha tani, diikuti oleh usaha tani pisang, usaha tani padi dan jagung serta kacang tanah

c. Sumberdayaalam berupa ternak unggulan desa.  usaha budidaya ternak seperti: sapi, kambing, babi, ayam buras dan ras, itik, dan lainnya masih cukup mampu untuk mendongkrak ekonomi keluarga.   Istilah celengan di masyarakat yang berarti investasi mikro di sektor ternak banyak dilakoni penduduk dan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi desa, paling tidak untuk mengimbangi prilaku konsumtif.  ternak ayam, babi, itik, dan sapi banyak dibutuhkan untuk kepentingan pelaksanaan upacara ritual yadnya.  Jika warga dapat memenuhi kebutuhan ini dari dalam desanya sendiri, itu berarti akan dapat menguatkan ekonomi desa itu sendiri. Potensi ini juga belum maksimal dimanfaatkan warga. Usaha ternak ayam ras paling tinggi di desa  diikuti usaha ternak unggas lainnya, disusul usaha ternak babi, sapi dan kambing.

d. Sumberdayaindustri kerajinan rumah tangga unggulan dan pengolahan hasil hasil pertanian.   Potensi pengembangan industri rumah tangga masih sangat besar dan belum digali secara maksimal oleh warga.  Pengolahan hasil tanaman unggulan desa seperti buah kelapa menjadi minyak kelapa untuk minyak gorong dan minyak VCO, pengolahan buah pisang menjadi produk-produk sukunder, pengolahan biji kakao, pengolahan buah nanas, kerajinan membuat anyaman ata, handycraft (dari batok kelapa, kayu, perak) dan lainnya seperti anyaman bambu, garmen, katik sate, sapu lidi,  dan sebagainya, maka kegiatan  ini akan dapat menambah penambahan waktu produktif bagi warga untuk menghasilkan pendapatan.  Sebagaimana pepatah mengatakan ”waktu adalah uang” artinya semakin banyak waktu produktif akan semakin banyak menghasilkan pendapatankeluarga.  Bahan baku lokal jika diolah oleh warga maka waktu luang warga akan termanfaatkan untuk produksi dan produksi ini akan menghasilkan nilai tambah.  Teknologi tepat guna yang belum maksimal berkembang dalam upaya peningkatan nilai tambah di desa Nyuhtebel antara lain: pengolahan minyak kelapa, pengolahan arang kelapa, pengolahan hasil jagung menjadi produk sekunder, pengolahan hasil daging dan telur, pengolahan hasil bambu untuk berbagai keperluan, anyaman ata, menjahit/ industri garmen.

e. Sumber dayaalam berupa pantai dan laut.  Potensi yang ada di desa Nyuhtebel, untuk pantai dengan panjang sekitar 0,8 km telah dimanfaatkan membangun sarana dan prasarana menunjang kepariwisataan candidasa. Di sepanjang pantai Desa Nyuhtebel dan Sengkidu telah dibangun hotel benbintang maupun melati dan juga vila-vila, restoran, rumah makan dan fasilitas wisata lainnya.  Pemanfaatan pantai untuk tambatan perahu dan juga pengembangan perikanan laut  teknik sederhana seperti jaring apung dan sebagainya belum maksimal mendapatkan respon warga masyarakat Desa Nyuhtebel.  Potensi ini memberikan peluang kepada warga desa Nyuhtebel untuk membangun ekonomi rakyat.

f. Sumberdayaalam berupa sungai.  Sungai yang mengalirkan air cukup stabil di tengah-tengah desa Nyuhtebel memiliki potensi besar untuk pengembangan usaha perikanan air tawar, usaha tanaman padi dan palawija di sawah irigasi teknis.  Potensi ini dapat berkembang sebagai pendukung sektor kepariwisataan desa, namun demikian Potensi ini belum banyak tergali untuk pembangunan ekonomi desa.

g. Sumber daya manusia.  Proyeksi penduduk desa Nyuhtebel tahun 2020 sekitar 2.866 jiwa.  Pada saat ini mata pencaharian penduduk desa nyuhtebel dominan di sektor primer dan sekunder yaitu sebagai petani peternak,  buruh tani ternak dan buruh bangunan mencapai 68%; yang bekerja di sekotr tersier yaitu sektor swasta dan Pegawai negeri mencapai 32%.  Pada tahun-tahun mendatang akan terjadi transformasi dari sektor primer ke sektor tersier.  Potensi pengembangan sumberdaya manusia untuk pengembangan sektor pariwisata masih sangat besar karena desa nyuhtebel berada di dalam kawasan efektif pariwisata (KEP) dan didukung oleh adanya tiga pelabuhan di wilayah Kecamatan Manggis yaitu: pelabuhan kapal cruise, pelabuhan penyebrangan padangbai, pelabuhan minyak di labuhan amuk.  Oleh karena itu penyiapan mutu SDM untuk sektor tersier ini sangat penting, dilakukan melalui penyelenggaraan diklat berkelanjutan. 

h. Sumberdaya seni budayamenjadi potensial untuk dikembangkan bagi sektor pariwisata, seperti telah dibentuknya seka-seka kesenian seperti : seke gong remaja, seke gong wanita, sanggar tari pariwisata budaya, seke santi, seke joged, seke angklung, seke rindik, seke gender dan seke sesolahan ratu gede, baik yang bersifat sakral maupun komersial.

Sumberdaya kelembagaan/organisasi sosial-ekonomi-budayatelah cukup banyak tumbuh dan berkembang seperti halnya kelompok masyarakat yang bergerak di sektor produksi dan jasa yaitu:  Pokmas, pokmas miskin, poktan, KWT, dan sejenisnya, gabungan kelompoktani (Gapoktan), Koperasi Wanita (Kopwan), UP2K, subak dan subak abian, dan sejenisnya.  Organisasi sosial ekonomi ini bergerak juga dalam bidang lembaga jasa keuangan mikro yang non formal yang sangat potensial mendorong pertumbuhan usaha mikro dan kecil.  Potensi Kelembagaan Sosial – Ekonomi – Budaya

i. Potensi Kelembagaan Sosial – Ekonomi – Budaya.    Masyarakat warga desa Nyuhtebel lebih menonjolkan semangat gotong royong dalam membangun kehidupan masyarakat yang sejahtera. Kegiatan gotong royong berlangsung lestari di desa ini dalam berbagai even (kejadian). Kegiatan Gotong Royong kebersihan desa dilakukan rutin setiap 15 hari (saat hari purnama dan tilem) digerakkan oleh desa adat dan banjar adat.  Demikian juga gotong royong dilangsungkan pada saat pelaksanaan upacara aci panca yadnya adat keagamaan mulai dari tingkatan kelompok kecil seke nyama, dadia alit, paibon, banjar adat sampai dengan desa adat.

Dalam membangun ekonomi desa, masyarakat warga juga melangsungkan gotong royong baik berupa gotong royong permodalan seperti koperasi, maupun gotong royong  perguliran pembiayaan seperti arisan dana dan barang.  Pola pembangunan ekonomi seperti ini akan melahirkan pemerataan ekonomi keluarga.  Oleh karenanya Kelompok Usaha Ekonomi Produktif (KUEP) telah tumbuh dan berkembang di desa ini sebagai bentuk turunan dari masyarakat gotong royong. KUEP yang telah tumbuh berkembang berjumlah 33 termasuk gabungan kelompok.  Adanya Penumbuhan dan pengembangan KUEP ini juga telah didukung oleh tumbuhnya lembaga keuangan desa yaitu: LPD, CBD, LKMA, BUMDes dan 5 Koperasi.  Keberadaan 33 KUEP yang didukung  oleh keberadaan 9 lembaga keuangan dan koperasi, merupakan potensi yang sangat besar untuk menggerakkan perekonomian desa sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas dari tahun ke tahun yang pada ujungnya akan mampu mewujudkan kehidupan masyarakat desa maju, sejahtera dan madani.